Dari Zakat hingga Infrastruktur, Ini Program Andalan Lucky Hakim di Indramayu
INDRAMAYU - Menjelang periode krusial pembangunan daerah, Lucky Hakim memaparkan visi strategisnya untuk membawa perubahan signifikan bagi Kabupaten Indramayu. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Lucky menekankan keseimbangan antara penguatan spiritual-sosial melalui optimalisasi zakat dan pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok desa.
Dalam keterangannya di hadapan publik, Lucky Hakim menyoroti potensi besar zakat yang selama ini dianggap belum terkelola secara maksimal. Menurutnya, zakat bukan sekadar kewajiban agama, melainkan instrumen ekonomi yang mampu mengentaskan kemiskinan di Indramayu.
"Kita ingin memastikan zakat dari ASN dan pengusaha tidak hanya terkumpul, tapi mengalir tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan melalui program pemberdayaan," ujar Lucky Hakim Bupati Indramayu kepada awak media.
Ia pun berencana memperkuat peran BAZNAS daerah dengan integrasi data kemiskinan yang lebih akurat, sehingga penyaluran bantuan bisa digunakan untuk modal usaha mikro, bukan sekadar konsumtif.
Di sisi lain, sektor infrastruktur tetap menjadi prioritas utama. Lucky menyadari bahwa keluhan masyarakat Indramayu masih didominasi oleh kondisi jalan yang rusak di area persawahan dan akses desa. Dan langkah Betonisasi jalan Poros Desa dapat menghubungkan sentra pertanian dengan pusat kota untuk menekan biaya logistik petani.
Selain itu, program pembangunan dan perbaikan irigasi guna pun untuk menjamin ketersediaan air bagi para petani agar masa panen tetap stabil sepanjang tahun terus diupayakan.
Sebagai penunjang jalan, PJU (Penerangan Jalan Umum) juga diperhatikan sebagai langkah Pemda untuk memastikan keamanan dan kenyamanan aktivitas warga di malam hari guna menekan angka kriminalitas.
Lucky berpendapat bahwa membangun Indramayu tidak bisa dilakukan secara parsial. Infrastruktur yang megah akan terasa hampa jika kesenjangan sosial masih tinggi. Sebaliknya, bantuan sosial saja tidak cukup jika akses transportasi untuk berdagang terhambat.
"Membangun jalan itu penting untuk mobilitas, tapi membangun sistem zakat dan bantuan sosial adalah tentang menjaga martabat warga kita. Keduanya harus berjalan beriringan," tambahnya.
Program-program ini diharapkan dapat menjadi fondasi baru bagi kemajuan Bumi Wiralodra, membawa harapan bagi para petani, nelayan, dan pelaku UMKM untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. (Sai)
0Komentar