Mengantar Hingga Akhir Hayat: Kisah Pengabdian Aipda Raja Faisal di Perbatasan NKRI
Batam, Sabtu (28/2/2026) - Aipda Raja Faisal Mushawir, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah mengabdikan diri sebagai polisi selama 21 tahun di wilayah perbatasan NKRI, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Selain menjalankan tugas kepolisian, ia secara sukarela menjadi sopir mobil jenazah gratis bagi masyarakat sejak 2017.
Baginya, menjadi polisi adalah profesi, sementara mengantar jenazah adalah panggilan hati. Aipda Raja Faisal dikenal luas oleh warga sebagai sosok yang selalu hadir ketika duka datang. Kapan pun diminta, ia siap mengantar jenazah dari RSUD Tarempa ke rumah duka, dari rumah duka ke pemakaman, maupun dari rumah ke rumah sakit.
Pengabdian kemanusiaan tersebut berawal dari kiprahnya di organisasi sosial pengurusan jenazah Babul Khairat, yang bernaung di Masjid Nurul Ihsan Tarempa. Saat organisasi tersebut mengalami keterbatasan, Aipda Raja Faisal menawarkan diri untuk membantu.
Selama hampir satu dekade, Aipda Raja Faisal mengaku tidak lagi mampu menghitung berapa banyak jenazah yang telah ia antarkan. Masa paling berat ia rasakan saat pandemi COVID-19, ketika intensitas pelayanan meningkat tajam.
Dedikasi tersebut juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Istrinya, Maryam, berprofesi sebagai bidan di Kecamatan Siantan dan kerap menjadi rujukan masyarakat untuk berbagai persoalan kesehatan.
Pengabdian tanpa pamrih itu berbuah kepercayaan dan kebersamaan warga. Atas dedikasi dan loyalitas tersebut, Aipda Raja Faisal Mushawir menerima penghargaan dari Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin, pada peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026.
Kisah Aipda Raja Faisal menjadi cermin Polri yang humanis dan hadir sepenuh hati di tengah masyarakat. Sebuah pengabdian yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menemani warga hingga perjalanan terakhir kehidupannya. (Red)
0Komentar