MANGKRAK 30 PERSEN, PROYEK PUSKESMAS TEGALAMPEL AKAN DIUSULKAN LANJUT 2027.
BONDOWOSO - Proyek rehabilitasi Gedung UGD dan rumah dinas UPTD Puskesmas Tegalampel mangkrak. Bangunan baru berdiri sekitar 30 persen. Dinding bata belum difinishing, pintu dan jendela belum terpasang. Di balik seng pembatas, terlihat rangka kayu masih berserakan.
Padahal spanduk pemberitahuan sudah terpasang sejak 13 September 2025 s/d selesai, yang isinya permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan UGD, Rawat Inap, dan Persalinan.
Kondisi ini dibenarkan Anis, pegawai Puskesmas Tegal Ampel.
"Pembangunannya mangkrak sudah lama. Namun begitu, pelayanan tetap dan harus maksimal meskipun ruangannya terbatas karena bangunannya belum selesai," terangnya.
Sementara Kadis Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Dr. Jasin, mengatakan proyek akan diusulkan lanjut pada 2027 melalui proses tender ulang.
"Saat proyek dibangun itu saya masih belum menjabat. Saya menjabat pada Januari 2026 melanjutkan tugas Pak Agus dan Pak Arif pejabat sebelumnya," kata Jasin.
Menurut Jasin, proyek tersebut merupakan hasil lelang dan pihak dinas sudah membayar sesuai pekerjaan yang telah dikerjakan. Inspektorat juga sudah menindaklanjuti, sehingga sisa anggaran masuk Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) dan dikembalikan ke Kas Daerah.
"Untuk itu, saya sudah mengusulkan kepada Pemerintah Daerah Bondowoso agar dilanjutkan pada 2027. Hasilnya nanti harus memenuhi syarat kesehatan yang sangat bermanfaat terhadap masyarakat," jelasnya.
Ia meminta persoalan ini tidak terus mengerucut ke dinas.
"Untuk detailnya silahkan bertanya kepada pejabat sebelumnya yaitu Pak Agus atau Pak Arif. Namun pada intinya dalam hal ini, rekananlah yang bisa menjelaskan agar tidak selalu mengerucut ke Dinas," tegasnya.
Proyek Sejenis Selesai, Tegalampel Mangkrak
Yang menjadi pertanyaan, Xposenews.com melihat ada kondisi janggal. Proyek yang bersamaan seperti Puskesmas Taman Krocok dan Puskesmas lainnya justru selesai tepat waktu.
Sementara Puskesmas Tegalampel justru mangkrak hingga kini. Publik pun mempertanyakan pengawasan dan komitmen rekanan pemenang tender dalam menyelesaikan proyek vital layanan kesehatan tersebut.
"Saya berharap tahun 2027 bisa dilanjutkan apalagi bangunan sudah 30℅ maka untuk itu, tinggal melanjutkan pada tahun 2027 karena manfaatnya luar biasa untuk masyarakat," pungkas Jasin.(Cip)
0Komentar