Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan IoT (Internet of Things) di MA Al Irsyad Gajah Demak
DEMAK (16/12/2025) – Guna mempersiapkan generasi muda menghadapi era Revolusi Industri 4.0, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri dari tiga akademisi dan kandidat doktor Universitas Diponegoro (Undip) sukses menyelenggarakan Workshop Keterampilan bertajuk "Membuat Alat Tepat Guna Berbasis IoT". Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu hingga Ahad, 13-14 Desember 2025, bertempat di MA Al Irsyad Gajah, Kabupaten Demak.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber ahli yang saat ini tengah menempuh studi S3 Sistem Informasi di Sekolah Pascasarjana Undip, yaitu Akhlis Munazilin, S.Kom., M.T. (Universitas Ibrahimy Situbondo), Hendra Marcos, S.T., M.Eng. (Universitas AMIKOM Purwokerto), dan Tahan Prahara, S.T., M.Kom. (Politeknik Negeri Semarang).
Kepala Madrasah MA Al Irsyad Gajah, Nurul Asror, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan peserta didik, khususnya jurusan Teknik Komputer & Jaringan (TKJ), agar memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.
Dalam pelatihan ini, puluhan siswa kelas XII.E diajak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan langsung pembuatan perangkat Internet of Things (IoT). Materi dimulai dari pengenalan dasar mikrokontroler ESP32 dan simulasi virtual menggunakan Wokwi, hingga perakitan perangkat keras.
Salah satu fokus utama pelatihan adalah studi kasus pembuatan Smart Water Tank (Tangki Air Pintar). Para siswa dibimbing untuk merangkai sensor ultrasonik HC-SR04 dan LCD pada board ESP32, serta mengintegrasikannya dengan aplikasi Blynk di ponsel pintar.
"Melalui proyek ini, siswa belajar memecahkan masalah pemborosan air. Alat ini memungkinkan pemantauan ketinggian air secara real-time dari jarak jauh melalui smartphone, sebuah implementasi nyata dari konsep Smart Home," ujar tim pemateri dalam modul pelatihannya.
Kolaborasi ini menjadi unik karena menggabungkan kepakaran dari tiga perguruan tinggi berbeda. Akhlis Munazilin memiliki spesialisasi di bidang Artificial Intelligence dan Literasi Digital, Hendra Marcos berfokus pada Data Mining dan Sistem Pendukung Keputusan , sementara Tahan Prahara memperkuat tim dengan keahliannya di bidang IoT dan Sistem Kendali Cerdas.
Di akhir sesi, para narasumber menekankan bahwa teknologi hanyalah alat, dan manusialah yang memberinya nilai. "Jangan biarkan ilmu berhenti di ruangan ini. Kemampuan troubleshooting dan logika berpikir sistematis saat mengatasi kendala teknis adalah aset berharga untuk masa depan," pesan tim PKM kepada para peserta.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai apresiasi atas transfer ilmu teknologi tepat guna yang telah diberikan kepada para santri dan siswa di Demak. (Red)
0Komentar