Press conference Hasil Ungkap Sejumlah Kasus Kejahatan Periode Juni - Desember 2025.
Bondowoso - Polres Bondowoso Polda Jatim Sampaikan Tangkapan Hasil Ungkap Tindak Kejahatan Periode Juni sampai dengan Desember 2025 disampaikan Kapolres Bindowowo AKBP. Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. di Mapolres Bondowoso, Jum'at (19) 12/2025) dihadiri pejabat utama dan seluruh jajaran Polres Bondowoso, Kodim 0822, Kejaksaan Negeri Bondowoso, BPBD, Satpol PP dan pihak lainnya.
Bersamaan dengan itu, sejumlah barang bukti ribuan Miras, 50 knalpot brong dan belasan ban kendaraan roda dua yang tidak sesuai spek dimusnahkan menggunakan kendaraan berat, begitu juga ribuan barang bukti narkoba yaitu 90,35 Gram narkoba dan pil kuning juga dimusnahkan menggunakan mesin blender oleh Kapolres Bondowoso usai Press Conference diruang lobi Polres.
Kapolres Bondowoso"; Beberapa kasus yang telah diungkap diantaranya KDRT 39 kasus, 10 kasus pencurian dengan kekerasan, 32 kasus pencurian, 86 kasus penipuan, 37 kasus persetubuhan, 45 kasus pengeroyokan, dan kasus lainnya dan total kasus yang telah diungkap ada 263 kasus, dengan 252 kasus selesai.
Seperti kasus melibatkan anak di bawah umur, seperti kasus persetubuhan yang memiliki 37 kasus dengan 30 selesai. Ini menunjukkan bahwa, adanya kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini, maka perlu mendapatkan perhatian khusus orang tua.
Salah satu kasus anak dibawah umur berawal dari perkenalan kemudian ke pertemanan dan berlanjut ke pertemuan, baik di lingkungan sekolah atau melalui teman-teman sekelas hingga terjadilah kejadian persetubuhan hingga akhirnya korban mengadukan kejadian yang dialaminya kepada orang tua yang kemudian orang tua korban melapor ke pihak berwajib." terang Kapolres Harto kepada wartawan.
" Untuk Narkoba, barang didapat dari kota Jember, Situbondo, Malang, dan Probolinggo, dengan harga mulai dari Rp.350 Rihu hingga Rp 1.4 Juta per paket, tergantung pada pesanan pembeli di Bondowoso. Rata-rata yang disasar adalah orang dewasa. Untuk kasus narkoba, mayoritas juga melibatkan orang dewasa, dan jika ada anak-anak, biasanya mereka sudah putus sekolah, mungkin sejak SMP. Jadi, rata-rata yang terlibat adalah orang dewasa" tambah AKBP. Harto AKBP. Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.(Cip).
0Komentar