TfYpGSdiGSG6TUC6GSroTpOoGi==
Light Dark
Himbauan Pengawas, Sejumlah Sekolah SD Negeri Tolak MOU Dengan Dapur SPPG Gumukmas, Harus Ada Rekom Satgas.?

Himbauan Pengawas, Sejumlah Sekolah SD Negeri Tolak MOU Dengan Dapur SPPG Gumukmas, Harus Ada Rekom Satgas.?

×
Himbauan Pengawas, Sejumlah Sekolah SD Negeri Tolak MOU Dengan Dapur SPPG Gumukmas, Harus Ada Rekom Satgas.?
JEMBER – Satuan Pelayanan Program Makan Bergizi Gratis ( SPPG ) Gumukmas Jember mengalami kesulitan akan MOU dengan Sekolah Negeri di wilayah ampuaannya,  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas Presiden RI, Mengalami ganjalan oleh Oknum Kepala sekolah yang tidak mau menandatangi MOU dengan SPPG Gumukmas, di wilayah kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember Jawa Timur.

Hal ini di sebabkan karena adanya edaran maupun himbauan dari pengawas sekolah yang mengatakan bahwa Satgas MBG jember mewajibkan setiap SPPG yang siap operasional untuk melakukan MOU dengan sekolah harus ada rekom dari Dinas Pendidikan Jember dan Satuan Tugas SATGAS yang informasinya telah di bentuk oleh Bupati Jember khusus memantau aktivitas penyaluran MBG. Ini bertentangan dengan tupoksi Satgas yang dibentuk untuk fungsi pengawasan, bukan untuk membuat aturan yang sudah tertuang dalam juknis Badan Gizi Nasional ( BGN ). 

NOVANDI Kepala SPPG Gumukmas mengatakan bahwa, pihak sekolah khususnya SD Negeri tidak berani MOU dengan SPPG karena mendapat himbauan untuk SPPG agar mendapatkan rekom dinas. "Sejumlah Sekolah SD Negeri di wilayah Gumukmas banyak yang takut untuk MOU, karena himbauan dari pengawas sekolah yang mengharuskan adanya rekom dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember" Tuturnya.

AHMAD Selaku pengawas sekolah Dasar Negeri dan Swasta saat di konfirmasi melalui via selulernya membenarkan, himbauan tersebut atas intruksi atasannya Dinas Pendidikan kabupaten Jember. Untuk semua sekolah di wilayah Gumukmas agar tidak melakukan MOU dengan SPPG yang ada sebelum ada rekom dari Dinas dan SATGAS dalam hal ini di komandoi Plt Sekda Jember.

Kendatipun ini mengakibatkan SPPG Gumukmas, tidak bisa melaksanakan MOU dan tidak bisa menjalankan program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk memberi makan bergizi gratis guna menyongsong Generasi Emas Tahun 2045.
Sedangkan program tersebut merupakan program turunan dari UNESCO yang sudah dilakukan dibeberapa negara.

SHOLIKUL sebagai perwakilan yayasan mengatakan "Saya sangat menyayangkan akan perilaku beberapa oknum tersebut yang mencoba menghambat program MBG Sebagai Program Prioritas Presiden dan Pemerintah, ini tidak sejalan dengan Program Nasional, adanya kejanggalan ini kami melihat ada indikasi yang yang tidak baik sabotase kegiatan MBG di Gumukmas Jember." Ujarnya Selasa (24/2/2025).

Menanggapi hal itu, Yayasan Berkah Sugeh Rezeki yang mengelola dapur di wilayah kabupaten jember, berharap untuk bisanya pemerintah daerah menertibkan peran dari SATGAS tersebut, yang notabennya dibentuk bukan untuk menghalangi program presiden tapi untuk memperlancar dan juga untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap program tersebut.
Temuan tersebut dilaporkan berasal dari MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas Jember.

Pihak Yayasan dan SPPG Gumukmas kemudian mendatangi kantor SATGAS dan diterima langsung oleh Ketua Harian SATGAS di kantornya. Terkait adanya intruksi dan himbauan untuk sekolah tidak boleh melakukan MOU dengan pihak SPPG di bantah kalau itu atas perintah SATGAS. 
"Mengenai MOU pihak SPPG dengan pihak penerima manfaat MBG. SATGAS belum ada surat maklumat resmi yang di edarkan karena tugas SATGAS hanya memantau progres penyaluran MBG dan memantau kualitas, kuantitas dari dari menu MBG yang di salurkan dari dapur SPPG di wilayah kabupaten Jember" Tegasnya. (Ari-Red)

0Komentar

SPONSOR