TfYpGSdiGSG6TUC6GSroTpOoGi==
Light Dark
Warganet Nyinyir Pembatalan Demo FPI, Irsyad : Banyak Penumpang Gelap dan Menyimpang dari Rencana Awal

Warganet Nyinyir Pembatalan Demo FPI, Irsyad : Banyak Penumpang Gelap dan Menyimpang dari Rencana Awal

×
Warganet Nyinyir Pembatalan Demo FPI, Irsyad : Banyak Penumpang Gelap dan Menyimpang dari Rencana Awal
INDRAMAYUPembatalan atau ditundanya unjuk rasa Forum Peduli Indramayu (FPI) ke Pendopo Indramayu, Kamis pagi (12/2) terkait polemik jabatan Staf Khusus (Stafsus) Salman Al-Farisi mendapat tanggapan nyinyir (berpendapat negatif) warganet.

Sepanjang Rabu malam, banyak unggahan warganet yang memposting surat pengumuman pembatalan aksi demo sambil menuliskan kata sindiran dan nyinyir.

Bahkan, ditundanya aksi turun jalan FPI ramai diperbincangkam di sejumlah group WhatsApp jurnalis yang menjadi topik utama pembahasan.

"Tayamum lagi,"tulis akun Gunawan yang di posting di akun X miliknya sambil memasang surat pembatalan aksi.

Begitupun yang ditulis akun Sarjo, "Di surat pembatalan aksi demo FPI kok ga ada jadwal demonya kapan lagi digelar?, tanggal 33 kali yah?

Ungkapan bernada sindiran dan negatif juga ditulis Eryanto dan Toha dalam percakapan di group WhatsApp jurnalis. "Dinae wis di boking dikit lokasie dadi ora oli tempat. Ora keduman dina keburu di gondol Salman kabeh, (Hari dan lokasinya sudah di booking dulu jadi ga dapat tempat. Iya ga kebagian tempat sudah diborong Salman semua, red).

Tak kalah keras ciutan yang di tulis akun Irsad dalam akun medsos miliknya. "Rencana aksi gagal di karenakan sudah menyimpang dari kesepakatan awal. Banyak penumpang gelap? tulis akun Irsad yang di posting Rabu malam pukul 22.48 WIB di akun X miliknya.

Diketahui, dalam surat pemberitahuan ijin Unras yang dikirim ke Polres Indramayu awal pekan lalu, Senin (9/2), Irsad atau yang bernama lengkap Ahmad Nur Irsyad adalah salah satu koordinator lapangan (Korlap) demo FPI yang tercatat dalam surat ijin pemberitahuan tersebut.

Dihubungi Xposenews.com, Aktivis Ahmad Nur Irsyad mengaku kaget ada pembatalan demo karena tidak diberi tahu. "Emang demo FPI gagal? Saya ga diberi tahu kok,"jelas Irsyad sambil mengijinkan postingan dirinya menyikapi gagalnya Unras FPI di publikasi media ini.

Sementara itu, Koordinator Umum (Kordum) FPI, Masdi dalam siaran pers nya Rabu malam (11/2) menjelaskan, ditundanya rencana aksi unjuk rasa, Kamis pagi ini ke kantor Pendopo Pemkab Indramayu karena menghargai euforia (perasaan gembira) rakyat Indramayu yang akan menyaksikan pelantikan Kuwu terpilih, Kamis (12/2) siang di Pendopo.

"Atas berbagai pertimbangan, kami memutuskan mengundurkan jadwal demo FPI. Pembatalan demo ini sebagai bentuk kepedulian kami pada Rakyat Indramayu yang euforia atas pelantikan Kuwu terpilih yang bentrok dengan jadwal demo FPI. Ini tulus sebagai bentuk kepedulian kami,"kata Kordum Masdi usai memberikan surat pembatalan di Mapoles Indramayu didampingi dua korlap, Asmawi Day dan Bang Iful.

Dibeberkan Masdi, pembatalan ini merupakan keputusan bulat semua Korlap karena satu itikad menjaga kondusivitas kota mangga dan bentuk nyata kepedulian FPI kepada rakyat Indramayu yang sedang bahagia menyambut dilantiknya Kepala Desa atau Kuwunya yang terpilih.

"Mundur ini sifatnya sementara. Kami tetap akan melakukan unjuk rasa dalam waktu dekat, dengan tuntutan agar keberadaan Staf Khusus (Stafsus) Salman Al-Farisi dicopot dari jabatannya dan pulang ke daerah asal Madura,"tegas Masdi.

Sementara itu, perwakilan koordinator lapangan Asmawi Day dan Bang Iful menegaskan, aksi turun ke jalan untuk menyuarakan pencopotan Stafsus Bupati Indramayu, Salman Al-Farisi, dari jabatannya masih teragendakan sebagai prioritas gerakan.

"Selama pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, dalam hal ini Bupati Lucky Hakim belum menyetujui tuntutan FPI mencopot Stafsus Salman, pihaknya akan tetap menggelar unjuk rasa di pendopo," kata aktivis, Asmawi Day.

Namun, waktu demo yang sedianya digelar Kamis (12/2) dimundurkan mengingat ada pelantikan Kuwu terpilih. 

“Persiapan kami sudah matang. Banner, spanduk, dan perangkat demo lainnya sudah dipersiapkan. Kita tinggal eksekusi hari Kamis untuk menggelar demo dengan tuntutan mengusir Stafsus Salman dari Bumi Wiralodra. Tuntutan kami sederhana, copot jabatan Stafsus Salman karena sudah bikin gaduh warga Indramayu,” tambah Iful, sambil menegaskan surat perubahan waktu demo dan pemberitahuan izin ke Polres Indramayu segera di umumkan publik.

Menurut Iful, unjuk rasa ini menyikapi keberadaan Staf Khusus (Stafsus) Bupati Indramayu, Salman Al-Farisi, yang dinilai telah menimbulkan kegaduhan di Bumi Wiralodra atas sikap dan kebijakannya yang melampaui kewenangan dan tugas pokok serta fungsinya sebagai stafsus.

Ditambahkan Iful, keresahan yang menyebar di dunia maya maupun di kantor-kantor pemerintahan dipicu oleh kebijakan pengangkatan staf khusus oleh Bupati Indramayu. Kewenangan seorang Stafsus kami nilai telah melebihi tugas pokok dan fungsinya, ditambah dengan ucapan yang menimbulkan kegaduhan bagi Wong Reang yang merasa memiliki Bumi Wiralodra. 

Oleh karena itu, kami tidak akan mentolerir, dan aliansi masyarakat Indramayu yang tergabung dalam FPI tetap akan melakukan aksi damai terkait terkoyaknya Bumi Wiralodra oleh ulah Stafsus Bupati, Salman.

“Kami tetap seperti awal, satu tujuan dan satu titik berorasi di depan Pendopo untuk menyuarakan agar Salman dicopot, mereka sudah bikin gaduh dan memancing amarah rakyat Indramayu,” jelas Iful tegas. (Sai)

0Komentar

SPONSOR