TfYpGSdiGSG6TUC6GSroTpOoGi==
Light Dark
Drama Pengejaran di Laut Tanjungbalai: Kapal 'Hantu' diduga Pembawa Ballpres Lolos dari Bea Cukai, LAMI Tanjung Balai Angkat Biacara

Drama Pengejaran di Laut Tanjungbalai: Kapal 'Hantu' diduga Pembawa Ballpres Lolos dari Bea Cukai, LAMI Tanjung Balai Angkat Biacara

×
Drama Pengejaran di Laut Tanjungbalai: Kapal 'Hantu' diduga Pembawa Ballpres Lolos dari Bea Cukai, LAMI Tanjung Balai Angkat Biacara
 
Tanjungbalai - Tanjungbalai dihebohkan dengan informasi beredarnya kapal misterius yang diduga membawa ratusan bal pakaian bekas (ballpres) ilegal. Informasi ini dengan cepat menyebar dan menjadi viral di berbagai platform media sosial, memicu rasa penasaran dan tanda tanya di kalangan masyarakat.
 
Humas Bea Cukai Teluk Nibung, melalui Hengki, dikonfirmasi langsung, Selasa (3/3/2026) membenarkan adanya upaya pengejaran terhadap kapal tersebut pada hari Senin (2/3/2026). Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kapal pembawa ballpres dikawal oleh dua kapal lain yang jumlah personelnya jauh melebihi jumlah petugas Bea Cukai yang hanya berjumlah 10 orang.
 
"Pihak Bea Cukai Teluk Nibung sempat melakukan pengejaran, akan tetapi tidak dapat ditahan kapal yang diduga membawa ballpres tersebut dikarenakan kapal tersebut diiringi dengan dua kapal untuk menjaga kapal yang depan tetap aman," ujar Hengki. "Posisi di dalam kapal BC kami ada 10 personil, sementara jumlah orang yang mengikuti kapal tersebut melebihi jumlah kami, karena itu kami tidak berhasil menangkap kapal diduga bermuatan ballpres ilegal.
 
Tidak menyerah, Bea Cukai Teluk Nibung akan berkoordinasi dengan TNI AL untuk mencari pemilik kapal dan muatan ballpres ilegal tersebut, Hengki berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut jika ada perkembangan terbaru dalam kasus ini.

Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI)  Tanjung Balai, Juang angkat bicara , "Lolosnya kapal pembawa ballpres ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan wilayah perairan Tanjungbala. Diduga, praktik penyelundupan ballpres ini telah berlangsung lama dan melibatkan jaringan yang terorganisir. Keberanian para pelaku yang mengawal kapal dengan dua kapal lain menunjukkan bahwa mereka memiliki sumber daya dan koneksi yang kuat. Kasus ini menjadi tantangan serius bagi Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya untuk meningkatkan pengawasan dan memberantas praktik ilegal yang merugikan negara dan industri tekstil dalam negeri.

Drama pengejaran kapal pembawa ballpres di perairan Tanjungbalai ini menjadi sorotan publik. Masyarakat menanti tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk mengungkap jaringan penyelundupan ini dan membawa para pelaku ke pengadilan. Keberhasilan penangkapan kapal dan para pelaku akan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberantas praktik ilegal dan melindungi kepentingan negara.

(IG)

0Komentar

SPONSOR