Pemdes Cangko Gelar Istighosah Sambut Adat Mapag Tamba
INDRAMAYU – Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu menyimpan kekayaan budaya dan tradisi leluhur yang masih lestari hingga kini.
Salah satunya adalah ritual Mapag Tamba, sebuah upacara adat yang bertujuan untuk "mengobati" padi agar terhindar dari hama, penyakit, dan segala bentuk malapetaka yang dapat mengganggu hasil panen. Ritual ini menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta dalam menjaga keberlangsungan pertanian.
Sebelum melaksanakan adat tradisi Mapag Tamba, Pemerintah Desa Cangko bersama unsur lapisan masyarakat lainnya melaksanakan Istighotsah Kubro.
H. Casnadi, SE., Kuwu Desa Cangko menyampaikan Istighotsah Kubro sendiri adalah permohonan pertolongan kepada Allah SWT secara berjamaah dalam skala besar untuk mengatasi kesulitan, marabahaya, atau memohon keselamatan bangsa dan umat. Tujuan Utama dalam Istighotsah kubro ini sendiri ialah meminta perlindungan, keberkahan, serta dilepaskan dari bencana, wabah, atau kondisi sulit serta memiliki makna Sosial diantara sebagai sarana mewujudkan persatuan, perdamaian, dan persaudaraan sesama umat Muslim maupun bangsa.
Dan sedangkan Mapag Tamba sendiri ialah tradisi adat masyarakat petani di Indramayu dan sekitarnya untuk "mengobati" padi agar terhindar dari hama dan penyakit. Ritual tahunan saat musim tanam rendeng ini melibatkan penyiraman air suci yang didoakan ke persawahan sebagai simbol harapan panen maksimal dan tolak bala. "Ucapnya.
Tujuan dan Makna Istighotsah kubro dan Mapag Tamba bertujuan memohon keberkahan, keselamatan, dan perlindungan bagi tanaman padi dari penyakit serta hama. Ritual ini juga menjadi bentuk harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Hadir dalam acara tersebut anggota dewan Kiki Arindi, camat Tukdana Heka Sugoro, pimpinan BAZNAS Indramayu Abdul Ghoni, pengasuh ponpes Babakan Cirebon KH. Lukman hakim, KH Rohmat Jauhari dan ketua Tanfidziah MWC NU Tukdana ustadz Andi Rohandi serta BPD tokoh ulama serta muslimat NU.
(Agus Karmat)
0Komentar