TfYpGSdiGSG6TUC6GSroTpOoGi==
Light Dark
20 TAHUN BERTAHAN SWADAYA, PONPES MIFTAHUL ULUM AL MAHFUDI PUJER KEKURANGAN 9 RUANG KELAS UNTUK 500 SANTRI

20 TAHUN BERTAHAN SWADAYA, PONPES MIFTAHUL ULUM AL MAHFUDI PUJER KEKURANGAN 9 RUANG KELAS UNTUK 500 SANTRI

×
20 TAHUN BERTAHAN SWADAYA, PONPES MIFTAHUL ULUM AL MAHFUDI PUJER KEKURANGAN 9 RUANG KELAS UNTUK 500 SANTRI
Bondowoso, – Menapaki usia 20 tahun sejak 2004 hingga 2026, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al Mahfudi Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Bondowoso, terus menjadi rumah ngaji 4 generasi santri asuhan KH. Imron Mahfudz.

Namun di balik semangat mengabdi, pesantren swadaya ini menghadapi krisis ruang belajar yang kronis.

Data Fakta Kondisi Saat Ini:
1. Jumlah Santri: Hampir 500 santri jenjang SD, SMP, SMA atau Madin Ula, Wustha, Ulya
2. Kelas Yang Ada: Hanya 7 ruang kelas total  
3. Kebutuhan Riil: Butuh 16 ruang kelas. Masih kurang 9 ruang

Rinciannya:
- SD/Madin Ula: Ada 4 ruang, seharusnya 6 kelas. 2 kelas terpaksa numpang
- SMP/Madin Wustha: Ada 3 ruang + 1 ruang numpang di aula, seharusnya 9 kelas. Kurang 5 ruang
- SMA/Madin Ulya: Masih kurang 2 ruang kelas + 1 ruang kantor

Kepala Sekolah Madin Miftahul Ulum Al Mahfudi, M. Fathollah, mengatakan anak-anak terpaksa belajar gantian. “Numpang di aula, bahkan lesehan. Meubeler juga kurang layak. Kursi patah, meja miring. Yang ada dibangun swadaya warga, alumni, simpatisan 20 tahun lalu,” jelasnya.

Aula yang seharusnya untuk kegiatan bersama, sekarang disekat jadi kelas darurat karena belum ada ruang khusus.

Kembali menurut Fathollah, semua bangunan: 3 ruang kelas awal + aula, murni hasil urunan, keringat alumni, dan simpatisan tanpa APBD/APBN besar. Tapi dengan 500 santri yang berasal dari Kota Jember, Madura, Jakarta, dan sekitar Kecamatan Pujer saat ini, kapasitasnya sudah overload 200%.

“Animo masyarakat bagus, santri terus masuk dan kami nggak nolak. Tapi kasian anak-anak kalau belajar nggak nyaman. Kami butuh 9 ruang kelas dan meubeler layak biar proses ngaji kitab jalan maksimal,” harap pengurus.

Di usia 2 dekade, KH. Imron Mahfudz selaku pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Al Mahfudi berharap ada perhatian dari Pemkab Bondowoso, Kemenag, Baznas, CSR, dan para dermawan. Bantuan pembangunan 9 ruang kelas dan meubeler baru sangat krusial untuk 500 santri calon penerus ulama Pujer.

“Kalau fasilitas layak, kami yakin lulusan 4 generasi ke depan bisa lebih banyak mengabdi untuk agama dan bangsa. Dan kini ada 200-an santri yang menginap,” pungkasnya.(Cip)

0Komentar

SPONSOR