TfYpGSdiGSG6TUC6GSroTpOoGi==
Light Dark
ASN Bondowoso Jadi Tersangka Pemukulan Perawat RSUD dr. Koesnad

ASN Bondowoso Jadi Tersangka Pemukulan Perawat RSUD dr. Koesnad

×
ASN Bondowoso Jadi Tersangka Pemukulan Perawat RSUD dr. Koesnadi
BONDOWOSO, – Polres Bondowoso Polda Jatim resmi menetapkan Aparatur Sipil Negara berinisial APW sebagai tersangka kasus dugaan pemukulan terhadap perawat RSUD dr. Koesnadi. APW warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, tercatat sebagai ASN di salah satu instansi Pemkab Bondowoso.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menyatakan penetapan tersangka setelah pemeriksaan rampung. Motifnya sepele: tersinggung.

 “Motifnya adalah ketersinggungan. Diduga ada perkataan dari nakes kepada nenek pasien, lalu diteruskan ke keluarga dan tersangka. Karena tidak terima, terjadilah cekcok yang berujung dugaan pemukulan,” kata AKBP Aryo dalam konferensi pers, Rabu 24/6/2026.

Akibat kejadian itu, korban perawat inisial AP yang bertugas di Ruang Dahlia mengalami luka di pipi kanan. Korban sudah visum dan melapor ke polisi. Berkas perkara kini dalam tahap akhir untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Dokter Spesialis RSUD dr. Koesnadi dr. Yusdeny Lanasakti, http://Sp.KJ mengapresiasi langkah cepat polisi. Ia berharap kasus diproses seadil-adilnya.

“Terpenting nakes kita dilindungi. Pekerjaan kita berhubungan dengan menyelamatkan jiwa. Harusnya kita dilindungi saat menjalankan tugas,” tegasnya.

Yusdeny memisahkan kasus ini ke dua ranah: etik dan pidana. Untuk etik, RSUD sudah gelar investigasi internal.
> “Sudah dibacakan, memang tidak ada satu pun SOP yang dilanggar. Kalau masalah omongan, itu harus ada pembuktian, saksi-saksi,” jelasnya.

Korban, kata Yusdeny, kini sudah kembali bertugas. Namun di awal kejadian mentalnya sempat drop.
> “Mengalami kekerasan dipukul saat menjalankan tugas, itu kan tidak enak,” ujarnya.

Yusdeny mengingatkan warga yang tidak puas dengan layanan kesehatan agar tidak main hakim sendiri.
> “Lewat wakil rakyat bisa, lapor bupati juga bisa. Tapi bukan kekerasan solusinya. Dengan kekerasan, masalah tidak selesai, justru menambah masalah,” pungkasnya.

Kasus ini sempat viral setelah video dugaan pemukulan diunggah dr. Yusdeny ke media sosial pada Senin 8/6/2026. Awalnya muncul dugaan tekanan pada korban yang berstatus tenaga kontrak agar berdamai. Setelah dr. Yusdeny bersuara, polisi bergerak dan APW kini berstatus tersangka. (Cip)

0Komentar

SPONSOR