TfYpGSdiGSG6TUC6GSroTpOoGi==
Light Dark
PAUD BERTAHAN 19 TAHUN TANPA KANTOR & MCK, PEMERINTAH DIMINTA PERHATIKAN SARPRAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

PAUD BERTAHAN 19 TAHUN TANPA KANTOR & MCK, PEMERINTAH DIMINTA PERHATIKAN SARPRAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

×
PAUD BERTAHAN 19 TAHUN TANPA KANTOR & MCK, PEMERINTAH DIMINTA PERHATIKAN SARPRAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Bondowoso – Perjuangan guru PAUD mendidik anak usia dini agar berpotensi dan memiliki dasar pengetahuan mumpuni, belum diimbangi perhatian memadai pada sarana prasarana. Hasil penelusuran di sejumlah PAUD menunjukkan kondisi fisik sekolah masih jauh dari sempurna akibat tidak optimalnya bantuan anggaran.

Bukti paling mencolok, mayoritas PAUD belum memiliki kantor untuk aktivitas kepala sekolah dan guru. Fasilitas MCK untuk murid juga tidak tersedia. Padahal MCK bagi anak usia dini adalah indikator penting kesehatan. Keberadaannya bisa mengurangi risiko stunting yang hingga kini masih jadi persoalan nasional.

Kondisi ini dialami PAUD Kartika Siti Hasanah, Jl. Pancur, Desa Botolinggo, Kecamatan Botolinggo. Kepala Sekolah Siti Hasanah menceritakan perjuangannya sejak lembaga berdiri 2007 hingga 2026. “Saya berjuang keras bersama 2 guru sejak berdirinya PAUD tahun 2007 hingga 2026 ini bertambah satu guru lagi meskipun belum masuk Dapodik namun pekerja keras,” ujarnya saat diwawancara.

Ia mengaku pada 2025 lalu mendapat bantuan Rp50 juta dari pemerintah untuk renovasi sekolah dan kebutuhan lain. Namun bantuan itu belum cukup. “Namun sejujurnya, PAUD kami butuh tambahan kantor dan MCK juga alat permainan yang memadai, buku paket anak-anak,” kata Siti Hasanah.

Selama 19 tahun berdiri, Siti Hasanah terus berjuang agar KB yang dikelolanya berkembang, meskipun harus pindah tempat. Tanpa kantor dan MCK, aktivitas belajar dan administrasi guru jadi terhambat.

Pengetahuan dasar yang mumpuni di usia dini perlu jadi agenda khusus pemerintah. Tanpa sarpras memadai, cita-cita mencetak generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting sulit tercapai. Guru PAUD sudah berjuang di garis depan. Kini giliran negara hadir memastikan mereka punya ruang dan fasilitas layak mengajar.(Cip)

0Komentar

SPONSOR