Pertamini di Sukosari Bondowoso Terbakar, 3 Karyawan Luka Ringan Kerugian Ditaksir Rp75 Juta
BONDOWOSO – Sebuah usaha pom bensin mini milik warga Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Bondowoso terbakar pada Senin 15/6/2026 sekitar pukul 13.10 WIB. Dugaan sementara kebakaran dipicu konsleting listrik di bagian bawah mesin pompa.
Pertamini milik Ibu Tutik Budi Rahayu, 61, yang beralamat di RT 01 RW 01 Dusun Pasar, Desa Sukosari Lor itu ludes terbakar. Api juga merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan warga dan aparat di lapangan, kronologi kejadian berlangsung cepat:
Pukul 12.30 WIB, pompa bensin mini mulai melayani pengisian BBM jenis Pertalite seperti biasa.
Pukul 13.05 WIB, petugas menyalakan mesin pompa.
Pukul 13.10 WIB, muncul percikan api di bagian bawah salah satu pompa dan langsung membesar.
Pukul 13.15 WIB, Babinsa Koramil 0822/12 Sukosari Serka Usman bersama piket tiba di lokasi membantu warga.
Pukul 13.20 WIB, terjadi ledakan sebanyak 2 kali yang membuat warga panik.
Pukul 13.45 WIB, Tim Damkar Kabupaten Bondowoso datang dan melakukan pemadaman.
Pukul 14.00 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kapolsek Sukosari AKP Purwanto yang langsung turun ke TKP bersama Bati Komsos Peltu I Ketut Adnyana, Kasi Trantib Kec. Sukosari Budi, perangkat desa, dan anggota Satpol PP membenarkan kejadian tersebut.
Akibat kebakaran, 3 karyawan pertamini mengalami luka ringan. Mereka adalah Edo, Samsul, dan Tio, ketiganya warga Desa Sukosari Lor. Korban sudah mendapat penanganan medis.
Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp75 juta. Rinciannya: 1 unit pertamini, 2 unit mesin pompa bensin, 1 unit mushola, dan 2 unit kamar mandi ikut terbakar.
Dari hasil olah TKP sementara, kebakaran diduga akibat konsleting listrik pada bagian bawah mesin pompa pertamini. “Api pertama kali terlihat dari bawah mesin pompa. Dugaan sementara karena korsleting,” kata AKP Purwanto.
Saat ini kasus ditangani Polsek Sukosari untuk pendalaman lebih lanjut. Babinsa Koramil 0822/12 Sukosari juga membantu pendataan kerugian dan koordinasi dengan pihak terkait.
Ibu Tutik Budi Rahayu, pemilik pertamini yang sehari-hari berprofesi sebagai guru, tampak syok menyaksikan usahanya ludes dilalap api.
Polisi mengimbau pemilik pertamini lain untuk rutin mengecek instalasi listrik dan selalu menyediakan alat pemadam api ringan APAR sebagai langkah antisipasi.(Cip)
0Komentar