TfYpGSdiGSG6TUC6GSroTpOoGi==
Light Dark
NYARIS 2 TAHUN, JEMBATAN TANGSIL WETAN - JUMPONG DIBIARKAN AMBLAS

NYARIS 2 TAHUN, JEMBATAN TANGSIL WETAN - JUMPONG DIBIARKAN AMBLAS

×
NYARIS 2 TAHUN, JEMBATAN TANGSIL WETAN - JUMPONG DIBIARKAN AMBLAS
Kades: "Saya dan Bupati Dilarang Lewat Medsos"

BONDOWOSO - Hampir 20 bulan jembatan penghubung Desa Tangsil Wetan dan Desa Jumpong amblas. Hingga Agustus 2026, jembatan itu belum sekalipun tersentuh perbaikan dari pemerintah daerah.

Jembatan dengan tinggi lebih dari 8 meter dan panjang lebih dari 10 meter tersebut putus diterjang banjir bandang pada November 2024, jelang malam Tahun Baru 2025. Padahal ini satu-satunya akses warga dua desa untuk ke sekolah, sawah, dan pasar.

Karena tak ada penanganan, warga terpaksa membangun jembatan darurat secara swadaya menggunakan bambu.

Kades Tangsil Wetan Mashuri Andriadi mengaku sempat turun tangan. Ia mengecor 2 titik yang dinilai paling rawan setelah menampung keluhan warga.

"Setelah saya menampung aspirasi warga jika ada titik yang harus di cor semen dan cek kondisi yang disampaikan warga, akhirnya saya belikan semen dan mengevor titik lokasi yang disebut," kata Mashuri, Kamis (14/8/2026).

Mashuri menyebut pernah ada anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang datang meninjau. Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan.

"Kami dan masyarakat selalu bermimpi jembatan segera dibangun oleh Pemerintah," ujarnya.

Hasil penelusuran _XposeNews_ di lokasi, sejumlah bambu penyangga jembatan sudah lapuk dan wajib diganti. Warga khawatir jembatan ambruk jika dilintasi banyak orang, apalagi saat musim hujan.

Parahnya, Mashuri mengaku akses itu juga jadi "larangan" di media sosial. 

"Saya dan Bupati di Medsos tidak boleh lewat jembatan kalau masih belum dibangun," ucapnya.

Warga berharap Pemkab Bondowoso segera membangun jembatan permanen. Tanpa jembatan itu, roda ekonomi dan aktivitas 2 desa lumpuh setiap kali musim hujan tiba.(Cip)

0Komentar

SPONSOR