TfYpGSdiGSG6TUC6GSroTpOoGi==
Light Dark
Operasi Senyap di Perairan Asahan: Bea Cukai dan Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 4,2 Kg Sabu, Selamatkan 21 Ribu Jiwa!

Operasi Senyap di Perairan Asahan: Bea Cukai dan Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 4,2 Kg Sabu, Selamatkan 21 Ribu Jiwa!

×
Operasi Senyap di Perairan Asahan: Bea Cukai dan Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 4,2 Kg Sabu, Selamatkan 21 Ribu Jiwa!
 
Tanjungbalai - Aksi heroik di tengah laut! Sinergi informasi dan operasi penindakan antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Ditnarkoba Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 4.200 gram di Perairan Asahan, Rabu (25/03/2026). Penindakan ini menyelamatkan ribuan nyawa dari jeratan narkoba!

Kepala Kantor Bea dan Cukai Teluk Nibung, Nutriwan Cahyono Putro, Senin (30/3/26) mengungkapkan bahwa penindakan ini merupakan hasil sinergi informasi dan operasi berkelanjutan antara DJBC dan Ditnarkoba Polda Sumut. Kerjasama ini memperkuat pengawasan di wilayah perairan Tanjungbalai dan Asahan yang rawan penyelundupan narkotika.
 
Tim gabungan mendeteksi aktivitas mencurigakan dari sebuah sampan yang ditumpangi seorang pria. Saat diperiksa, petugas menemukan tas berisi 4 bungkus teh Cina merek GuanYinwang dan 1 bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga sabu.
 
Berdasarkan pendalaman, barang haram tersebut berasal dari kapal nelayan yang diawaki 2 orang dan diduga berlayar dari Malaysia. Tim melakukan pengejaran dan pemeriksaan, namun tidak menemukan barang bukti tambahan. Tiga orang nelayan berinisial AGS alias AS (30), AMR alias CB (47), dan ADS alias ADT (32) berhasil diamankan.

Dari penindakan ini, petugas mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat total 4.200 gram, 1 unit telepon genggam, 1 unit kapal nelayan, dan 1 unit sampan. Barang bukti ini menjadi bukti nyata upaya penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan.
 
"Dengan adanya penindakan ini, setidaknya aparat penegak hukum berhasil menyelamatkan 21.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika dan menghemat anggaran negara sekitar Rp33 miliar untuk biaya rehabilitasi," ungkap Nutriwan Cahyono Putro.

Bea Cukai Teluk Nibung bersama aparat penegak hukum terkait akan terus memperkuat sinergi dan pengawasan guna mencegah masuknya narkotika serta barang ilegal lainnya melalui wilayah perairan Indonesia. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas narkoba.
 
Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di wilayah perairan. Kerjasama antara aparat penegak hukum dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.
 
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan kerjasama antar instansi serta dukungan masyarakat dapat membuahkan hasil yang signifikan dalam memberantas kejahatan narkoba. Diharapkan, upaya ini dapat terus ditingkatkan untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba dan menciptakan Indonesia yang lebih baik.
(IG)

0Komentar

SPONSOR