Terbaru ! Nadhom Jurumiyah Berbahasa Indonesia Rekomendasi Bagi Pemula Pengkaji Ilmu Nahwu di Pesantren
Bondowoso - Kitab Jurumiyah yang dikarang oleh imam Ibnu Ajurumi, cukup familiar bagi santri dibelahan Nusantara ini. Sebuah kitab yang mengupas ilmu gramatika arab (nahwu).
Disebut-sebut sebagai kitab tingkatan awal, jurumiyah nyaris menjadi kurikulum penting di Pesantren-pesantren salaf maupun modern. Bahkan, metode-metode belajar baca kitab tidak bisa terlepas dari kitab Jurumiyah.
Kendati dengan bentuk kalam natsar, namun jurumiyah banyak melahirkan pensyarah (pengomentari) diantaranya Syarah Jurumiyah, Kawakibud Durriyah, Tasywiqul Kholan, dan yang mashur dalam bentuk nadhom, adalam nadhom Al-Imrithi.
Tentunya, guna mempelajari ilmu nahwu butuh konsentrasi dan ketekunan tingkat tinggi. Pasalnya hampir semua kitab tersebut berbahasa arab, kendati sudah banyak terjemahan.
Guna menunjang dalam memahami ilmu gramatika arab ini, khususnya pelajaran nahwu, banyak lahir metode-metode cara belajar nahwu. Diantara yang baru ialah matan jurumiyah dengan kalam natsar digubah menjadi sebuah nadhoman berbahasa Indonesia.
Ditulis oleh salah satu alumnus Pesantren Lirboyo, nadhoman kitab Jurumiyah dengan disertai isi matan jurumiyah sekaligus terjemahannya diharapkan menjadi belajar nahwu semakin enak.
Dikhususkan untuk mereka para pemula, maka kitab nadhoman jurumiyah ini diberi nama " al-Mubtadi' fin Nahwi " atau yang maknanya pemula didalam pelajaran nahwu.
Dilengkapi catatan tambahan dan latihan, besar harapan agar menjadi pilihan utama dalam mengawali belajar nahwu sebelum tingkat selanjutnya.
Untuk diketahui, kitab ini resmi diterbitkan oleh Pondok Pesantren Darul Fikri, Jatisari - Wringin Bondowoso. Oleh karenanya, kitab " al - Mubtadi' fin Nahwi " bisa didapatkan di Pesantren tersebut.(Eko)
0Komentar