Pegiat Lingkungan Apresiasi Sekda Probolinggo Sidak Tambang PT Ussy Persada Group, Dorong Proses Hukum Dipercepat.!!
PROBOLINGGO - Pegiat lingkungan dan kehutanan Edi Siroto dan Abu Nasim memberikan apresiasi positif terhadap langkah tegas pemerintah dan aparat dalam melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta penertiban tambang ilegal guna mempertanggung jawabkan atas kerusakan alam dan hutan tanpa kejelasan, padahal kasus tersebut saat ini sudah di tangani pihak kepolisian Resort Probolinggo Kota.
Sekda Ugas Irwanto Beserta Tim pejabat Kabupaten Probolinggo sebelumnya melakukan sidak di Desa Boto atas Pengaduan Masyarakat (Dumas), namun Lokasi Tambang yang awalnya diduga Ilegal, mampu di patahkan oleh perwakilan dari perusahaan dengan dokumen izin resmi IUP-OP CV Duta Mitra Gemilang.
Namun langkah Ugas tak cukup berhenti di lokasi titik yang di adukan kelompok yang mengaku aktivis lingkungan dan LSM, Sekda beserta rombongan juga melakukan inspeksi ke sejumlah titik lokasi pertambangan lainnya di wilayah desa Boto dan Desa Patalan.
Dari inspeksi tersebut Ugas memastikan ada kegiatan Pertambangan yang diduga tidak memiliki Izin resmi atau PETI.
"Saya sudah mengetahui ada Tiga titik tambang yang tidak ber izin resmi sudah mengeruk sumber daya alam wilayah kabupaten Probolinggo dan jelas-jelas itu adalah pelanggaran hukum dan merugikan Negara.
Saya pastikan akan mendukung upaya penegakan hukum agar segera di proses sesuai hukum yang berlaku. dan saya tidak takut pada siapapun, apalagi kepada Bos-bos tambang disini." Tegas Ugas Irwanto Kamis (6/8/2026).
Langkah tegas Sekda Kabupaten Probolinggo patut dijadikan contoh untuk penertiban pertambangan dan penegakan hukum terhadap pelaku Penambang PETI (Pertambangan Tanpa Izin) yang merugikan Negara serta tidak masuk terhadap pendapatan daerah, yang ada hanya meninggalkan kerusakan alam dan membahayakan terhadap masyarakat sekitar tambang,
Termasuk lokasi terakhir yang di kunjungi Tambang PT Ussy Persada Group yang saat ini sedang dalam proses pihak kepolisian.
"Saya pastikan Lokasi Tambang ini Tidak ada Izin resmi, dan saya mewakili Pemerintah daerah kabupaten Probolinggo akan mendorong pihak kepolisian untuk mempercepat proses hukum terhadap pelaku tambang ilegal / PETI. Tolong bantu Viralkan kasus ini agar aparat kepolisian segera menuntaskan persoalan ini." Tutupnya.
Sikap Sekda Kabupaten Probolinggo mendapat apresiasi dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan pendapatan Negara.
"Saya selaku peran serta masyarakat, pegiat lingkungan dan kehutanan mengapresiasi langkah bapak sekda Ugas Irwanto yang betul - betul berpihak pada kebenaran dan peduli terhadap ketegasan supremasi hukum agar pelaku betul-betul di tindak tegas karena telah melanggar UU Pertambangan dan keuangan Negara. Tinggal keberanian Polri selaku penegak hukum mampu tidak melakukan tindakan hukum terhadap pelaku tambang ilegal." Ujar Edi Siroto yang juga sebagai pelapor adanya pembiaran tambang ilegal diwilayah Patalan - Kecamatan Wonomerto Probolinggo pada khususnya.
Kehadiran Pemerintah Daerah kabupaten Probolinggo yang di wakili Bapak Sekda beserta Tim pejabat terkait, telah menjadi catatan kami selaku peran serta masyarakat pegiat lingkungan dan kehutanan. Baik secara visual gambar Video dan rekaman pejabat pemerintah. Untuk betul-betul sebagai bentuk dukungan resmi terhadap penertiban usaha pertambangan baik yang ber izin resmi maupun yang tidak berizin / ilegal agar bisa memberikan rasa ke adilan dan tegas terhadap pelaku tambang ilegal.
"Negara wajib hadir jangan kalah dengan premanisme dan penjarah sumber daya alam (SDA) hasil bumi Kabupaten Probolinggo dari hasil operasional pertambangan ber izin resmi." Ucap Abu Nasim.
Abu Nasim, selaku salah satu pegiat lingkungan dan kehutanan asal Probolinggo berterima kasih kepada rekan-rekannya sesama aktivis yang telah mengundang pejabat daerah untuk cek titik lokasi di wilayah Boto dan Patalan, sehingga terungkap semua di hadapan Sekda dan seluruh Tim gabungan yang ikut, tapi ada penyesalan rekan-rekan aktivis tidak hadir dalam sidak terakhir tambang lokasi PT Ussy Persada Group / Petak 10 masuk kawasan hutan.
"Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Semut di seberang lautan sangat kelihatan" sindiran Abu Nasim seraya mengutip dari lagu H. Rhoma Irama. (Ari-Red)
0Komentar